20180503_0209431353221556.png

Hai haii, kali ini pembahasan di blog sedikit berbagi ilmu dalam perkembangan di dunia medis Indonesia.

Inget banget deh waktu sebelum lahiran di Rumah Sakit ada yang menawarkan brosur untuk menyimpan Darah Tali Pusat di Bank Tali Pusat. cuma waktu itu aku kurang begitu berminat dalam hati sih ngomong ” APAAN SIH TALI PUSAT DI SIMPEN-SIMPEN BUAT APA COBA? karena belum memahami manfaatnya kan ya. nah mari kita belajar bareng manfaat menyimpan darah tali pusat bayi kita untuk investasi keluarga kita.

Kamis 26/4/2018, aku di undang untuk menghadiri acara yang di selenggarakan oleh Cordlife Indonesia, dalam rangka merayakan 17 tahun Cordlife Group, tema kali ini adalah Expert Talks : Baby’s Umbilical Cord, Enhancing quality of life. Cordlife memberikan update terbaru kepada masyarakat mengenai teknologi terapi stem cell dengan menggunakan sel punca untuk membantu terapi pengobatan.

img_20180427_072849_855819189352.jpg

Pembicara kali ini di isi oleh Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA (K), MHA, Bapak Indra Bachtiar,PhD , Dr Grace Cielia , Dr Ardiansjah Dara,SpoG, dan Dr Meriana Virtin. Kemajuan tekhnologi sudah sangat berkembang dalam dunia medis , salah satunya stem cell atau sel punca yang dapat menjadi investasi kesehatan bagi kehidupan seseorang, kini bagi seseorang yang menderita penyakit kronis dan langka seperti salah satunya radang sendi, leukemia, diabetes, penyakit jantung bahkan cerebal palsy ada harapan yang lebih besar untuk mereka dapat sembuh dengan terapi stem cell.

2018_0426_00451900-01473618351.jpeg

Bapak Indra Bachtiar,PhD , Dr Grace Cielia , Dr Ardiansjah Dara,SpoG, dan Dr Meriana Virtin.

Kita contohkan pada kasus leukemia ( Kanker Darah )terjadi karena sel darah merahnya cepat rusak sehingga harus senantiasa dibantu suplai dari luar melalui transfuse darah, 80% persen pasien leukemia bisa di atasi oleh kemoterapi tetapi 20% yang tidak bisa, namun ada harapan dengan melakukan transplantasi. Menurut Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA(K) Pediatrik di RS. Kanker Dharmais menyatakan bahwa. Transplantasi di Indonesia sudah ada dan tidak hanya di lakukan di Jakarta, seperti halnya pernah dilakukan di Semarang, permasalahan utama dalam melakukan transplantasi adalah kesulitan mencari pendonor, bahkan mencari kecocokan dalam keluarga intinya saja tidak semudah yang kita fikirkan, Indonesia terdiri dari berbagai suku dan ras , perkawinan silang antar suku dan ras membuat kecocokan itu sulit di dapat. kenapa harus cocok? untuk menghindari reaksi penolakan pada tubuh.

Ternyata setiap pendonor transplantasi harus mengeluarkan biaya Rp 5.000.000 sampai Rp 7.000.000 hanya untuk periksaan darah saja, di ambil 10 cc darah dan di periksa Human Leucocyte Antigen (HLA) protein atau penanda yang ditemukan pada sebagian besar sel pada tubuh manusia, yang pengaturan sistem imun tubuh, dan biasanya digunakan untuk proses pencocokan antara donor dan resipien (penerima donor) lalu data yang sudah lengkap di masukan ke dalam system.

2018_0425_22502200-011248214494.jpeg

Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA (K), MHA, dan Dr Meriana Virtin.

Bagaimana proses transplantasi sumsum tulang belakang di lakukan? di umpamakan oleh Dr Edi Setiawan , prosesnya seperti kita sedang menanam padi ( membajak, menuai , menabur ) Pertama kita harus kemoterapi membersihkan sel sel jahat dan rusak sekitar 1 minggu, lalu mulai dilakukan transplantasi dari pendonor dengan mengambil dari sumsum tulang belakang di daerah tulang panggul, lalu dimasukan ke tubuh pasien prosesnya seperti tranfusi darah saja, di harapkan sel dari pendonor membuat jaringan yang baik selama 3 minggu dan proses pemulihan selama 5 bulan dan selalu di pantau dan pasien berada di dalam ruangan steril. Presentase kesembuhan kebanyakan berhasil tapi tidak 100% biasanya tidak berhasil dikarenakan efek reaksi penolakan pada tubuh karena ketidakcocokan.

Apa itu Stem Cell ( Sel Punca )

Dalam ilmu kedokteran stem cell bertugas untuk memastikan setiap sel yang rusak dan mati diganti dengan sel baru dengan jenis dan fungsi yang sama. setiap sel tubuh kita memiliki siklus hidup dan mati. Contohnya jika kulit kita luka maka sel kulit akan langsung regenerasi menciptakan jaringan sel kulit baru.

Sumber stem cell selain dari sumsung tulang belakang, darah tepi bisa juga dari darah tali pusat ,menurut Dr Meriana Virtin ( Medical Advisor PT Cordlife Persada ) menjelaskan bahwa” Memang tantangan utama transplantasi dari sumsum tulang adalah mencari kecocokan harus 100% match sempurna, untuk menghindari reaksi penolakan pada tubuh. Jika dari cord blood tingkat resikonya lebih rendah kemudian tingkat kecocokan tidak harus 100% karena masih ada titik dimana jika cord blood boleh tidak match, tentunya harus di diskusikan dokter yang akan melakukan transplantasi karena setiap penyakit beda beda penanganan. “

screenshot_20180503-0201271754028837.jpg

Source by google

Darah tali pusat bisa di sebut juga bagian darah plasenta, yang di dapat setelah bayi di lahirkan dan tali pusat di potong. Saat kehamilan tali pusat merupakan bagian esensial dalam kehidupan bayi dalam kandungan. Manfaatnya sebagai penghubung ibu dan janin untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ini tentu sangat berperan besar dalam tumbuh kembangnya dalam kandungan darah tali pusat yang terdapat pada tali pusat dapat memberikan harapan pada anak dan keluarga lainnya. dalam darah tali pusat terkandung sel punca atau haematopoeitic stem cell (HSCs) yang berlimpah dan seperti yang kita ketahui, sel punca itu sendiri merupakan sumber utama pembentukan darah dan sistem kekebalan tubuh. Itulah mengapa sel punca diyakini mampu membantu terapi penyembuhan beberapa jenis penyakit yaitu dengan Terapi stem cell.

img_20180427_072849_860305720915.jpg

Terapi STEM CELL

ReGeniC ( Regenerative and Cellular Therapy ) Indonesia merupakan sebuah laboraratorium PT Bifarma Adiluhung anak perusahaan dari PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) yang sudah beroprasi dan melakukan penelitan pertama di tahun 2006 dan di tahun 2012 ReGeniC mendapatkan sertifikasi dari Kementrian Kesehatan dan Pada Tahun 2013 ReGeniC Indonesia mendapatkan sertifikasi dari BPOM yaitu CGMP ( Current Good Manufacturing Practices ) sebuah laboratorium yang sudah bersertifikasi International dimana laboraratorium dari ReGeniC unit layanan di bidang Sel Punca (Stem Cell) yang di perbolehkan melakukan mengambangbiakan stem cell dan di masukan ke dalam tubuh manusia.

Bpk Indra Bachtiar, phd Stem cell scientist at ReGeniC menjelaskan bahwa sumber stem cell ada 3:

  1. Stem cell sumsum tulang

proses pengambilan stem cell , tulang bagian belakang akan dilubangi dan dimasukin sebuah alat untuk pengambilan stem cell tersebut.

  1. Stem cell darah tepi

Sumber stem cell diambil melalui proses yang dinamakan dengan Apheresis. Apheresis adalah proses pengambilan salah satu komponen darah dari pendonor melalui suatu alat atau mesin apheresis.

  1. Stem cell darah tali pusat

Pengambilan stem cell hanya pada darah tali pusat. stem cell darah tali pusat diambil ketika bayi baru saja dilahirkan. Pengambilan stem cell dibantu oleh dokter Obgyn (kandungan), dan proses pengolahannya dilakukan oleh bank darah tali pusat.

Bapak Indra menjelaskan bahwa Sel Punca yang di peroleh dari darah tali pusat memiliki resiko yang lebih kecil di banding yang lainnya, karena kualitas dan usianya lebih baik karena bebas dari paparan pengawet makanan dan rokok, karena ibu hamil pasti menjaga makanan yang dia konsumsi untuk kesehatan janinnya.

Disesi tanya jawab aku membuat pertanyaan kepada Tim ReGenic . Dengan kondisi Aurora yaitu salah satunya diagnosa microcephaly, cerebral palsy, dan yang lainnya apa bisa di lakukan dengan terapi stem cell?

Q : Untuk saat ini saya belum ada riwayat keluarga yang menyimpan darah tali pusat pada bank tali pusat, bagaimana saya bisa terapkan terapi stem cell pada Aurora anak saya ?

A: Untuk melakukan terapi stem cell yang paling bagus memang dari umbilical cord anak itu sendiri , tetapi jika tidak ada terapi stem cell bisa dari darah tali pusat anak selanjutnya. Tetapi jika tidak berencana untuk program anak ke 2 atau selanjutnya ada juga step-step lainnya bisa dari pendonor lain selama semua kecocokan sudah pas.

Q : Berapa lama proses pembuatan stem cell dari darah tali pusat yang sudah di simpan di Bank tali pusat?

A: Stem cell dari Bank tali pusat yang di kirimkan ke laboratorium ReGeniC dan proses pembuatan sekitar 1 bulan, setelah jadi bisa di masukan ke tubuh pasien dan di berikan sekitar dua sampai tiga kali selama 1 tahun.

Q : Bagaimana jika setelah anak ke dua saya lahir, lalu saya simpan kan tali pusatnya di bank tali pusat dan sewaktu waktu sepupu atau tante anak saya ingin memakainya untuk terapi stem cell juga?

A: Sangat bisa karena pendonor dari orang lain pun aman apalagi masih ada ikatan keluarga.

Q : Bagaimana dengan Efek samping dari Terapi Stem cell ini ?

A: Sejauh ini belum ada laporan bahwa setelah terapi stem cell ada efek sampingnya. Bahkan Bpk Indra Bachtiar dan Tim ReGenic sudah memasukan Stem cell pada tubuh mereka sendiri untuk memastikan reaksi pada tubuh dan hasilnya tidak terjadi hal-hal yang di khawatirkan. Saat itu Bpk Indra memasukan Stem Cell untuk anti aging / rejuvenation.

Q : Bagaimana Proses terapi stem cell ?

A; Caranya seperti pasien yang sedang perawatan infus selama 30 menit dan setelah 60 menit tim dokter melakukan observasi, apa ada tekanan darah atau tidak, jika semua hasil bagus maka pasien bisa di persilahkan pulang. Prosesnya setelah di masukan stem cell, jaringan sel yang baik akan dengan sendirinya mencari jaringan yang rusak atau mencari peradangan yang terinfeksi di dalam tubuh.

Q : Perlu berapa kali pasien melakukan terapi stem cell?

A: Berapa kali di stem cell itu tergantung kasus penyakitnya, kita contohkan saja pada diagnosa cerebral palsy tergantung dokter akan menganalisa terlebih dahulu , yang sudah pernah di lakukan oleh tim kami yaitu 3 kali berturut-turut dalam satu tahun.

di jelaskan kembali oleh Bpk Indra untuk dosis stem cell yang di masukan ke dalam tubuh pasien ” Dosis takaran sel punca yang di berikan setiap pasien berbeda di lihat dari jenis penyakitnya. Misalnya penyakit leukimia di berikan sel punca 1 – 2 juta per kilogram berat badan pasien. Jika berat pasien 50 kilogram , maka dosis terendah adalah menyuntikan 50 juta sel punca, dan dosis maksimal sebesar 100 juta sel punca. Dan untuk melakukan terapi stem cell hanya ada beberapa Rumah Sakit yang di berikan izin untuk terapi stem cell “.

nah sudah paham kan betapa pentingnya sel punca ini untuk di simpan, kita bisa melindungi 3 generasi keluarga dengan dari tali pusat bayi.

2018_0426_00595700-01980398431.jpeg

Tim Cordlife Group

Tentang Cordlife

PT Cordlife persada ( Cordlife Indonesia) adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh cordlife grup. Di dirikan di Indonesia pada tahun 2003, merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mengoprasikan fasilitas pemrosesan darah tali pusat. bersetifikat ISO. Cordlife adalah Bank darah tali pusat pertama di dunia yang di anugrahi status ” Teknologi Pioneer” oleh World Economic Forum.

2018_0426_00035100-0122557986.jpeg

Bagaimana proses pengambilan darat tali pusat?

Menurut Dr Ardiansjah Dara,SpoG saat menjadi pembicara pada acara Cordlife. pengambilan darah tali pusat tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, prosesnya juga cepat dan tidak menggangu proses kelahiran. Dari tali pusat harus di ambil pada saat persalinan oleh dokter kandungan atau bidan. Tali pusat akan dijepit dan di gunting di antaranya. lalu dalam hitungan menit dokter akan mengalirkan sekitar 60- 70 ml darah tali pusat ke dalam kantong darah steril. kotak perlengkapan pengambilan darah tali pusat sudah di sediakan oleh tim cordlife. bahkan Dr Dara dan istrinya sudah menyimpan darah tali pusat di anak ke duanya di Corflife loh.

Teknologi yang di gunakan PT Cordlife untuk pemprosesan sel punca

Selain menggunakan sistem tertutup yang terhubung ke triple bag system. Corlife juga menggunakan Sepax™ . mesin otomatis untuk memproses darah tali pusat buatan Swiss yang mampu menghasilkan hingga 99,8% total sel berinti sel punca. Tangki penyimpanan kriogenik yang di gunakan cordlife . MVE Anti – Contamination Vapour – phase Liquid Nitrogen Stourage System. telah di gunakan dan di percaya oleh mayoritas bank dara tali pusat swasta di seluruh dunia.

Berapa lama sel punca layak di simpan?

Secara teori, usia sel yang disimpan dalam temperatur nitrogen cair di perkirakan dapat di simpan selama 1.000 tahun. Sebuah studi terbaru menunjukan pemulihan yang efisien dari sel punca yang telah di simpan selama 21 sampai 23,5 tahun. untuk semua darah dan tali pusat yang sudah di simpan di cordlife, tidak bisa di pakai untuk umum, semua harus dengan izin clientnya masing masing.

Sel punca yang di simpan dengan baik tidak akan berubah / regenerasi menjadi Sel Kanker, bila suatu saat akan di gunakan untuk transplantasi tetapi ternyata sel punca yang di simpan di Cordlife rusak ( kehilangan viabilitasnya ), maka Cordlife akan mencarikan unit darah tali pusat yang cocok, namun jika hal tersebut tidak memungkinkan maka Cordlife akan memberikan jaminan sebesar SGD 50.000.

Biaya penyimpanan darah tali pusat

Jangan heboh dulu mengenai biaya penyimpanan darah tali pusat , Tahukah moms? Harga 3 cangkir kopi atau biaya kuota Internet harga atau 2x rutin nonton bioskop dalam satu bulan setara dengan harga simpan darah tali pusat, kalau di rata-rata dalam setahun itu sekitar Rp 1.650.000. kita sudah bisa memberikan perlindungan untuk keluarga kita.

Celebriting 17th years of quality cord blood banking by Cordlife

Setelah mengikuti event ini , pengetahuan aku tentang sel punca jadi semakin luas. padahal tadinya gak tau apa-apa. Sepertinya jika saya program perencanaan anak selanjutnya, saya akan lebih memikirkan manfaatnya jika menabungkan darah tali pusat bayi. Biaya jajan di mall mungkin akan lebih baik di tabungkan dan di alokasikan untuk investasi menyimpan darah tali pusat di Cordlife.

Jika kalian tertarik atau pertanyaan lebih lanjut kalian bisa klik link di bawah ya 🙂

http://www.cordlife.co.id/in/download-information-pack

20180503_020822185829250.png

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s